Selasa, 19 November 2013

Rias dan Make up Efek luka kering dan basah



                              
                         
  

                 Melihat gambar diatas membuat kita terkejut dan merasa sedih melihat wajah yang babak belur dengan hidung yang berdarah ditambah darah di tangan, namun jangan salah ternyata mahasiswa jurusan Teater mereka sedang mengikitu kelas Tata Rias dan Busana, mata kuliah ini dipimpin oleh tiga orang Dosen yang memberikan materi, untuk pertemuan kali ini Dosen pengajar memberikan materi Cara Membuat efek luka, sebelum Mahasiswa disuruh untuk mempraktekkan terlebih dahulu Dosen memberikan Contoh kepada seorang model kemudian setelah Dosen selesai memberikan contoh kemudian Mahasiswa disuruh untuk mempraktakkan langsung ke tubuhnya masing-masing.
                 Seminggu sebelumnya mahasiswa diwajibkan membawa bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat luka tersebut diantara nya Lem kertas, Gincu pewarna yang warna merah, kain kassa, kapas, eye liner, plester, betadin atau obat merah, gunting dan beberapa alat yang diperlukan lainnya, setelah mereka selesai membuat luka efek tersebut kemudian mereka melakukan acting sendiri-sendiri sesuai dengan make up yang telah mereka buat, hal ini diterapkan oleh dosen yang bersangkutan agar mahasiswa tidak hanya pintar dalam merias wajahnya sendiri tapi juga ber Acting sesuai dengan bentuk-bentuk rias yang diberikan oleh para Dosen yang memegang mata kuliah tersebut.
                                                                                             

Peran Menjadi China yang Menantang




           Memerankan tokoh seorang yang belatar belakangi kebudayaan chainis atau thiong hua tentulah tidak mudah hal inilah yang di rasakan oleh beberapa tokoh saat dilakukan casting oleh sutradara Desi susanti  dalam naskah garapan nya yang berjudul Pesta Para Pencuri Karya Jean Annoulih Saduran Rachman Sabur empat orang aktor yang di casting namun semuanya belum ada yang pas atau yang cocok menurut sutradara, karena kurang nya aktor yang berminat untuk ikut casting peran tukang bakpau yang berdialek china membuat sang Sutradara memilih salah seorang untuk menjadi peran tersebut dan yang dipilih adalah Fauzi, menurut sutradara alasan ia memilih Fauzi dikarenakan ia memiliki wajah agak china Indonesia dan dialek atau logat chinapun akan dilatih saat proses latihan Teater berlangsung.
              Hal terbesar yang dihadapi oleh Fauzi ialah susahnya membawakan atau menirukan dialek china sedangkan ia sendiri berlatar belang orang melayu, yang ia tahu orang China itu saat berbicara identik dengan kata Hy yha kata dia, Sutradara menyuruh langsung kepada Fauzi untuk melakukan observasi langsung kelapangan dengan tujuan agar dia bisa menyaksikan orang China berdialog dalam keseharian.


              Setelah melakukan observasi akhirnya Fauzi yang berperan sebagai penjual bakpau pun mulai sedikit banyaknya gambaran orang China dalam keseharian namun tidak terlepas dari proses latihan dan arahan dari sutradara, Peran menantang ini berhasil ditaklukkan oleh Fauzi saat pertunjukan semua penonton terpukau melihat peran China yang diperankan oleh dia.

Naskah Komedi ‘’ Pesta Para Pencuri’’ yang memikat Penonton


         
             
              Semua orang baik masyarakat atas, menengah, maupun bawah tentu saja suka untuk melihat sebuah tontonan yang bersifat komedi yang mengundang canda tawa tapi dewasa ini kebanyakan Teater yang digarap oleh Sutradara bersifat Tragedi hal ini membuat penonton Teater menjadi bosan terhadap pertunjukan yang mereka lihat mereka ingin sesuatu yang baru yang bisa menghibur jiwa mereka dengan canda tawa, hal ini lah yang disikapi oleh seorang sutradara Desi susanti hingga ia ingin mengarap sebuah pertunjukan teater yang bersifat komedi.
            Setelah menganalisa beberapa Naskah Teater akhirnya sutradara Desi susanti memutuskan untuk memilih naskah garapan yang berjudul Pesta Para Pencuri Karya Jean Annoulih Saduran Rachman Sabur naskah ini dipilih dengan alasan selain berbaur komedi juga banyaknya realita kehidupan masyarakat pada saat sekarang ini sesungguhnya maling itu ada dimana-mana dimana pun kita berada.

            Naskah ini menceritakan kehidupan tiga orang pencuri yang bertemu dengan seorang nyonya kaya raya, ia memiliki dua orang keponakan singkat kenalan dengan nyonya dan keponakannya akhirnya ketiga pencuri ini berusaha mengajak mereka berkencan dengan tujuan agar mereka bisa berpacaran lalu dengan mudah leluasa menguasai harta nyonya dan ke dua keponakannya, tapi ternyata nyaonya yang mereka intai harta nya itu juga seorang pencuri.

            Melalui proses latihan yang dilakukan oleh Sutradara dan para Aktor selama empat bulan ternyata hasil saat pementasan pun sangat memuaskan panonton dan sutradara, suara tepukan tangan jelas begitu terdengar dari teengan penonton tak ketingalan juga suara seruan saat pementasan selesai karena saat pertunjukan berlangsung mereka begitu larut dan masuk dalam naskah tersebut.




Kostum dan Properti sangat Mendukung pada Saat Latihan



                 


                 


              Inilah wajah-wajah Mahasiswa Muhammadiyah yang menggarap sebuah Teater komedi yang berjudul uda buyuang dengan sutradara Nova agusvinof, kali ini ada yang berbeda saat latihan berbeda dengan hari-hari biasanya mereka mengunakan kostum dan sedikit properti, namun yang lebih mengejutkan mereka memakai kostum di lapangan kantin dan mereka berjalan ke pasar sayur padangpanjang. Hal ini adalah trik dari Sutradara agar mereka merasa percaya diri atau tes mental dikarenakan banyaknya para Aktor yang kurang percaya diri dan malu-malu saat mereka ber Akting, alhasil cara yang lakukan oleh sutradara ini berhasil dilakukan dan mulai percaya diri.
                 Saat semua Aktor telah memakai Kostum dan membawa properti dan mereka latihan dialam terbuka di pasar sayur suasana berbeda pun mulai terasa saat mereka mulai proses latihan latihan yang biasanya terasa biasa kali ini terasa agak luar biasa semangat merekapun juga berbeda dari pada latihan biasanya hal ini di pengarui oleh faktor pendukung seperti Kostum dan beberapa properti lainnya, dari latihan sebelumnya saat dihadapkan dengan adegan yang mengunakan properti mereka hanya melakukan dengan imfrofisasi kali ini mereka bisa langsung melakukan dan lebih leluasa adegan per adegan sesuai dari arahan Sutradara.

Melatih mental saat berbicara di depan umun dengan fublic speaking



            Dewasa ini fublic speaking tentulah tidak asing ditelinga masyarakat pendidikan pelatihan ini tentulah sangat bermanfaat apalagi dilihat untuk masa mendatang perubahan Zaman yang samakin hari semakin maju, jadi modal utama ialah berbicara, bicara yang dimaksud disini tentulah bukan bicara dalam kesehariaan tetapi bagaimana berbicara yang baik dan benar apalagi didepan umum.

            Hal inilah yang dibahas oleh seorang narasumber yaitu Agung Hari Murti  dalam kelas fublic speaking, dengan tema yang diambil ‘’ Melatih mental saat berbicara di depan umum’’ cara penyampaian materi oleh Narasumber sangat lah asyik dan santai namun tetap fokus pada tema tersebut sehingga semua peserta sangat nyaman, kelas fublic speaking ini dihadiri oleh berbagai lapisan dintaranya Mahasiswa, Guru Sekolah, Siswa, dan Masyarakat. Kali ini semua peserta kelas speaking berkesempatan untuk maju kedepan dan berbicara didepan peserta yang lain alhasil semua peserta berhasil dan mampu mempraktekkan berbicara didepan umum tersebut sesuai dengan arahan dari bapak Agung Hari Murti.



            Disini bapak Agung Hari Murti menjelaskan yang membuat orang gerogi untuk bicara didepan umum diantaranya Malu, kurang percaya diri, takut salah bicara, kurang membaca situasi semua unsur yang demikian. Sama halnya dengan Teater seorang aktor saat berdialog dengan lawan main


Hilang nya emosi dan mood actor saat Lawan main tidak datang



                 Menciptakan emosi dan mood tentulah tidak mudah begitu jaga dirasakan oleh Thesa  dan para aktor lainnya,Saat salah seorang aktor Uda Buyuang tokoh abah yang diperankan oleh jhojon berhalangan untuk latihan Walaupun peran tersebut digantikan sementara oleh salah seorang aktor yang lain, hal ini tentulah berbeda yang dilakukan pemeran nya langsung ketimbang orang lain yang mengantikan semantara.  
 



            Hal inilah yang membuat Thasa dan putri yang sebenarnya ber acting langsung dengan tokoh abah namun di gantikan Dona, menurut Thasa dan putri mereka tidak mendapatkan fill saat latihan tersebut karena emosi antara tokoh Abah dan Dona sangat lah jauh berbeda, jadi apabila salah seorang aktor atau lawan main tidak hadir untuk latihan akan berdampak efeknya kepada para aktor yang lain dan atmosfer nyapun jauh berbeda. 

Hapalan Naskah dan Mendalami suatu peran dalam Naskah Uda Buyuang



            Setelah melakukan readyng dan casting mahasiswa semester V Muhammadiyah melakukan tahap selanjutnya yaitu proses hapalan naskah dan mendalami tokoh yang mereka perankan, mendalami karakter sebuah tokoh yang kita mainkan tentulah tidak semudah membalikkan telapak tangan dengan semangat mencoba dan mencoba sedikit demi sedikit mereka mulai dapat masuk dalam karakter tokoh tersebut tentulah hal ini tidak terlepas dari seorang Sutradara yang mengontrol mereka saat proses latihan.




            Keluhan yang hadapi oleh para aktor berbagai macam ragamnya salah satunya susah memusatkan konsentrasi sebagai contoh saat adegan lucu para aktor yang lain menyaksikan acting mereka tertawa dan aktor yang memerankan pun ikut tertawa hal yang demikian lah yang membuat emosi yang mereka ciptakan sebelumnya menjadi goyah.